Heboh Novanto Tabrak Tiang Listrik, Begini Komentar Ustadz Abdul Somad

Heboh Novanto Tabrak Tiang Listrik, Begini Komentar Ustadz Abdul Somad

Moslemcommunity.net - Informasi yang menyebutkan Ketua DPR RI Setya Novanto mengalami kecelakaan menjadi viral di berbagai media. Mobil yang ditunggangi tersangka korupsi e-ktp ini menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau Jakarta Barat.

Menanggapi pemberitaan ini, dai nasional Ustadz Abdul Somad Lc MA mengingatkan kaum Muslimin terkait sikap terbaik yang harus diambil.


"Raja Maroko tempat saya mengambil kuliah S2 mengingatkan agar tidak mempercayai koran, kecuali hanya dua; harga dan tanggal." ujar Ustadz Abdul Somad saat menyampaikan ceramah tentang Pentingnya Persatuan dan dan Bahanya Perpecahan di Masjid Al-Ikhlas, Pondok Gede, Bekasi, Jum'at (17/11/17).

Ia mengingatkan agar kaum Muslimin hanya mempercayai informasi yang jelas asal-usul berita dan pembawa beritanya.

"Apalagi tentang berita menabrak tiang listrik itu," lanjutnya disambut tawa hadirin.

Dai asal Pekanbaru Riau ini menyampaikan, dirinya bukanlah sosok yang kerap merujuk informasi dari koran. Seperti pendapatnya yang menyatakan bahwa Presiden Iran Basyar Al-Asad sebagai seorang syi'ah.


Ia mengaku, pendapatnya itu berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Syeikh Muwafaq asal Turki. Syeikh Muwafaq merupakan salah satu tokoh dalam Thariqah Syadziliyah. Dari sanalah

Sebagaimana diketahui sebelumnya, informasi tentang Setya Novanto memenuhi ruang pemberitaan media sosial, media cetak dan siar. Banyak kaum Muslimin yang mengomentari secara berlebihan hingga masuk ke wilayah perbuatan sia-sia.

Ustadz Somad dengan caranya hendak mengingatkan agar umat tidak sibuk mengomentari dan mempercayai berita yang beredar apalagi hanya merujuk dari pemberitaan koran atau media lainnya.

Penyampaian ini juga menegaskan, Ustadz Somad merupakan sosok yang berhati-hati dalam mengutip. Ia menegaskan, pendapatnya yang mengatakan Basyar Al-Asad sebagai syiah bukan berasal dari koran melainkan informasi valid dari seorang syeikh. [Mbah Pirman/Tarbawia]